This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan posting dengan label Real Madrid. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Real Madrid. Tampilkan semua posting

Senin, 07 Mei 2012

Jadwal EURO 2012

Jadwal EURO 2012 :

Jumat, 8 Juni-1 Juli 2012 :
* PESTA BESAR SEPAKBOLA "Piala Eropa 2012" (RCTI)
* 23:00 WIB, Polandia vs Yunani (RCTI)

Sabtu, 9 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Rusia vs Rep. Ceko (RCTI)
* 23:00 WIB, Belanda vs Denmark (RCTI)

Minggu, 10 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Jerman vs Portugal (RCTI)
* 23:00 WIB, Spanyol vs Italia (RCTI)

Senin, 11 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Rep. Irlandia vs Kroasia (RCTI)
* 23:00 WIB, Perancis vs Inggris (RCTI)

Selasa 12 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Ukraina vs Swedia (RCTI)
* 23:00 WIB, Yunani vs Rep. Ceko (RCTI)

Rabu, 13 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Polandia vs Rusia (RCTI)
* 23:00 WIB, Denmark vs Portugal (RCTI)

Kamis, 14 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Belanda vs Jerman (RCTI)
* 23:00 WIB, Italia vs Kroasia (RCTI)

Jumat, 15 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Spanyol vs Rep. Irlandia (RCTI)
* 23:00 WIB, Ukraina vs Perancis (RCTI)

Sabtu, 16 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Swedia vs Inggris (RCTI)

Minggu, 17 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Rep. Ceko vs Polandia (RCTI)
* 04:00 WIB, DELAY Yunani vs Rusia (RCTI)

Senin, 18 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Portugal vs Belanda (RCTI)
* 04:00 WIB, DELAY Denmark vs Jerman (RCTI)

Selasa, 19 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Kroasia vs Spanyol (RCTI)
* 04:00 WIB, DELAY Italia vs Rep. Irlandia (RCTI)

Rabu, 20 Juni 2012 :
* 01:30 WIB, Inggris vs Ukraina (RCTI)
* 04:00 WIB, DELAY Swedia vs Perancis (RCTI)

Minggu, 1 Juli 2012 :
* 23:00 WIB, GRANDFINAL "PIALA EROPA 2012"(RCTI)

Jumat, 20 April 2012

Perang Statistik Menuju El Clasico


Barcelona dan Real Madrid unggul jauh dibandingkan tim-tim lain di La Liga dalam hal statistik, baik untuk individu maupun tim.

Kedua penguasa Spanyol itu nyaris sebanding dalam beberapa urusan, tapi juga ada yang mencolok perbedaannya.

* Paling produktif: Real Madrid hanya butuh satu gol untuk memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim La Liga (107), sedangkan Barcelona menguntit dengan 96 golnya.
* Pertahanan terbaik: Sejauh ini, keduanya adalah tim yang paling jarang kebobolan di liga. Barcelona memimpin dengan 24 gol, sedangkan Real Madrid 29 gol.
* Tembakan terbanyak: Real Madrid telah melepaskan 270 tembakan tepat sasaran, sedangkan Barcelona membukukan 256.
* Paling jarang terancam: Hanya ada 88 tembakan ke gawang Barcelona di La Liga musim ini, jauh dari jumlah tembakan ke gawang Real Madrid yang berjumlah 114.
* Real Madrid unggul jumlah assist: Sang pemimpin klasemen telah mencatatkan total 76 assist, unggul 20 assist dari sang juara bertahan.
* Offside seimbang: Blaugrana telah terperangkap offside sebanyak 111 kali, hampir sama dengan Los Merengues (114).
* Barcelona unggul jumlah operan: Barcelona telah melakukan 21.984 operan (666 per laga), jauh dari 16.514 milik Real Madrid (500 per laga).
* Barcelona unggul jumlah dribel: Barca telah melakukan 404 dribel sepanjang musim ini, sedangkan Real 294.
* Real lebih sering melakukan pelanggaran: Los Blancos telah melakukan 448 pelanggaran dan dilanggar 502 kali, sedangkan Azulgrana melanggar 343 kali dan dilanggar sebanyak 535 kali.
* Dua dari sekian tim dengan rekor fair play terbaik: Pasukan Josep Guardiola telah mengoleksi 71 kartu kuning dan 4 kartu merah, sedangkan kubu Jose Mourinho mendapatkan 82 kartu kuning dan 5 kartu merah.
* Lebih banyak penalti untuk Real: Skuad Mourinho telah mendapatkan 11 penalti, sedangkan Barca 7 penalti.
* Mesut Ozil memimpin daftar top assist sementara La Liga musim ini dengan koleksi 15, diikuti oleh Angel Di Maria (14), Messi (13), Ronaldo (11) dan Dani Alves (10).


Yang terakhir, Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo sama-sama telah mengukir 41 gol dan berbagi puncak daftar top scorer sementara La Liga 2011/12. Gol-gol Messi lahir dari 174 tembakan, sedangkan Ronaldo dari 220 tembakan.

Sabtu, 31 Maret 2012

PROFIL PEMAIN REAL MADRID | 7. CRISTIANO RONALDO


Nama Lengkap : Cristiano Ronaldo Dos Santos Aveiro
Tempat Tgl Lahir : Madeira (Portugal), 5 Februari 1985
Posisi : Striker
Tinggi : 186 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub :
Karir Junior:
1993-1995: Andorinha
1995-1997: Nacional
1997-2001: Sporting Lisbon
Karir Senior*:
2001-2003: Sporting Lisbon (25 main / 3 gol)
2003-2009: Manchester United (196 main / 84 gol)
2009-skrg: Real Madrid (64 main / 69 gol)
*main dan gol di ajang liga sampai 3 september 2011
Timnas Senior:
2003-skrg: Portugal (83 main / 29 gol)

Kehidupan Awal
Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir di Santo Antonio, Funchal, Madeira, Portugal yang merupakan anak bungsu dari Maria Dolores dos Santos Aveiro seorang juru masak dan Jose Dinis Aveiro seorang tukang kebun. Ia deberi nama “Ronaldo” karena ayahnya sangat mengidolai Presiden AS, Ronald Reagan. Ia memiliki satu kakak laki-laki, Hugo dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana yang dibesarkan neneknya, Isabel da Piedade dari Cape Verde.

Awal Karir
Pada usia delapan tahun, Ronaldo bermain untuk tim amatir Andorinha, di mana ayahnya bekerja. Pada tahun 1995, Ronaldo menandatangani kontrak dengan klub local Nacional dan setelah memenangkan beberapa gelar, ia melakukakan trial selama tiga hari dengan Sporting Lisbon yang kemudian dia menandatangani kontrak dengan Sporting.

Karir di Sporting Lisbon
Ronaldo bergabung dengan pemain muda lain Sporting untuk dilatih di Sporting Academia, klub akademi sepakbola di Alcochete. Ronaldo menjadi satu-satunya pemain yang pernah bermain untuk Sporting U-16, U-17, U-18, Sporting B, dan tim senior Sporting hanya dalam satu musim. Ia langsung mencetak dua gol dalam debut di liga pada 7 Oktober 2002 saat Sporting mengalahkan Moreirense 3-0. Pada tahun 2002, Ronaldo juga membela Portugal U-17 dalam Euro U-17.
Ketika Ronaldo berusia 15 tahun, ia didiagnosis mengalami masalah pada organ hatinya, suatu keadaan yang bisa memaksanya berhenti bermain sepakbola. Staf Sporting sadar akan kondisi tersebut dan ibu Ronaldo memberikan otoritasnya untuk segera berobat ke rumah sakit dan menjalani operasi. Ronaldo akhirnya menjalani operasi dengan dibantu sinar laser untuk memeriksa organ hatinya untuk mengetahui penyebabnya. Ia menjalani operasi pada pagi hari dan Ronaldo keluar dari rumah sakit pada sore harinya. Ronaldo dapat kembali berlatih beberapa hari setelah selesai menjalani operasi.
Bakat Ronaldo sebenarnya ditemukan pertama kali oleh manajer Liverpool waktu itu, Gerard Houllier pada usia 16 tahun. Tetapi Liverpool menolak untuk membawanya karena Ronaldo masih terlalu muda dan masih butuh waktu untuk mengembangkan keterampilannya. Namun, Ronaldo juga menarik perhatian pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson pada musim panas 2003. Ia terkesan dengan kemampuan Ronaldo waktu bermain dalam pertandingan persemian Stadion Jose Alvalade Lisbon. Kinerja Ronaldo membuat Manchester United segera merekrutnya.

Karir di Manchester United
Ronaldo menjadi pemain Portugal pertama yang bermain untuk Manchester United ketika ia menandatangani kontrak. MU harus mengeluarkan uang senilai 15 juta euro untuk menggaet Ronaldo yang waktu itu masih berusia 18 tahun. Ronaldo meminta kostum dengan no. 28 yang merupakan no yang sama ketika masih memperkuat Sporting Lisbon. Ia pernah menolak memakai kostum no. 7 karena no itu bisa menjadi tekakanan baginya karena sebelumnya dipakai oleh para pemain besar seperti George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, dan David Beckham. Ronaldo mengatakan, “Setelah saya bergabung, manajer bertanya apa nomor yang saya inginkan? Saya mengatakan 28, tetapi Ferguson mengatakan, ‘Tidak, kamu akan memakai kostum no. 7’ dan nomor tersebut adalah no yang terkenal dan bisa menjadi tambahan motivasi. Saya seperti dipaksa, tetapi itu sebuah kehotmatan bagi saya.”
Ronaldo melakukan debut bagi MU sebagai pemain pengganti saat menang 4-0 atas Bolton Wanderers. Ia mencetak gol pertamanya untuk MU melalui tendangan bebas ke gawang Portsmouth saat menang 3-0 pada 1 November 2003. Ronaldo mengakhiri musim pertamanya di MU dengan mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-0 atas Millwall di Piala FA.
Ronaldo mencetak gol ke-1000 MU di Liga Inggris pada 29 Oktober 2005 saat dikalahkan Middlesbrough 1-4. Ia mencetak sepuluh gol di semua kompetisi dan penggemar memilihnya sebagai pemain muda terbaik tahun 2005. Ronaldo meraih gelar yang kedua di Inggris pada musim 2005-2006 saat menang 4-0 atas Wigan Athletic di Piala Liga.
Musim 2006-2007 menjadi musim yang bagus bagi Ronaldo, karena ia mampu mencetak 20 gol untuk pertama kalinya dan meraih gelar Liga Inggris pertamanya dengan MU. Pada bulan November dan Desember 2006, Ronaldo berturut-turut menerima penghargaan dari Barclays dengan menjadi pemain terbaik dalam dua bulan tersebut dan menjadi pemain ketiga yang mampu melakukannya setelah Dennis Bergkamp pada tahun 1997 dan Robbie Fowler pada tahun 1996. Dia mencetak gol ke gawang Manchester City pada tanggal 5 Mei 2007 sebagai pemasti gelar Liga Inggris pertama dalam empat tahun terakhir dan dia kembali terpilih sebagai pemain muda terbaik.
Pada Meret 2007 beredar rumor bahwa Real Madrid bersedia membayar 80 juta euro kepada Ronaldo dan gaji 120 ribu pounds per minggu. Apabila itu terjadi, Ronaldo akan menjadi pemain termahal di duina dan menjadi pemain yang menerima bayaran tertinggi dalam sejarah.
Ronaldo mengumpulkan berbagai gelar pribadi pada musim itu. Ia memenangkan penghargaan PFA Player of The Year dan PFA Young Player of The Year, ia sejajar dengan Andy Gray sebagai pemain yang menerima dua penghargaan ini sekaligus. Pada bulan April, ia kembali meraih penghargaan PFA Fans Player of The Year dan masuk ke dalam PFA Premier League 2006-2007.
Musim 2007-2008, Ronaldo menerima kartu merah pertamanya dalam pertandingan melawan Portsmouth dalam pekan kedua karena terprovokasi. Ronaldo mengatakan ia telah banyak belajar dari pengalaman dan tidak akan membiarkan pemain lain memprovokasi dirinya di masa mendatang. Setelah mencetak gol ke gawang mantan klubnya, Sporting di Liga Champions, Ronaldo juga menjadi pencetak gol kemenangan di masa injury time. Pada tahun 2007, Ronaldo berada di posisis runner-up Ballon d’Oro, kalah dari Kaka’ dan berada di posisi ketiga Pemain Terbaik Dunia versi FIFA di bawah Kaka dan Lionel Messi.
Ronaldo mencetak hat-trick pertamanya untuk MU dalam kemenangan 6-0 melawan Newcastle United pada tanggal 12 Januari 2008. Ronaldo mencetak 23 gol di liga. Pada tanggal 19 Maret 2008, Ronaldo menjadi kapten MU untuk pertama kalinya dalam sebuah kemenangan 2-0 atas Bolton dan mencetak dua gol kemenangan. Pada tanggal 29 Maret 2008, Ronaldo mencetak golnya yang ke 35 di semua ajang musim itu. Dalam final Liga Champions 2007-2008 pada 21 Mei 2008, Ronaldo mencetak gol pembuka pada menit ke-26 sebelum disamakan oleh Chelsea di babak kedua. Di babak adu pinalti Ronaldo gagal mencetak gol. Beruntung, tendangan pinalti penentu dari John Terry juga gagal, sehingga MU meraih juara Liga Champions. Pada musim 2007-2008 tersebut, Ronaldo mencetak total 42 gol di semua kompetisi, selisih empat gol dari pencapaian tertinggi di MU yang dicatat Denis Law pada musim 1963-1964.
Pada tanggal 5 Juni 2008, Sky Sports melaporkan bahwa Ronaldo telah menyatakan minat untuk pindah ke Real Madrid jika menawarkan jumlah yang sama pada tahun sebelumnya. MU mengajukan keluhan ke FIFA pada tanggal 9 Juni 2008 karena menuduh Real Madrid melakukan pendekatan secara illegal, tetapi FIFA menolak untuk melakukan tindakan apapun. Spekulasi transfer terus terjadi sampai tanggal 6 Agustus 2008 ketika Ronaldo menyatakan bahwa akan tetap bertahan setidaknya satu tahun lagi. Pada tanggal 7 Juli 2008, Ronaldo menjalani operasi pergelangan kaki di Academic Medical Center di Amsterdam. Ia kembali bermain pada 17 September 2008 ketika menghadapi Villarreal di Liga Champions sebagai pengganti Park Ji-Sung. Ronaldo mencetak gol pertama musim 2008-2009 pada 24 September dalam kemenangan 3-1 atas Middlesbrough di putaran ketiga Piala Liga. Pada 15 November 2008, Ronaldo mencetak golnya yang ke 100 dan 1001 di semua kompetisi untuk MU dalam kemenangan 5-0 atas Stoke City. Dengan gol tersebut, berarti Ronaldo sudah pernah membobol gawang 19 tim lain di Liga Inggris pada saat itu. Pada 2 Desember 2008, Ronaldo menjadi pemain pertama MU yang meraih gelar Ballon d’Oro setelah George Best pada tahun 1968. Dia mengumpulkan 446 poin, unggul atas Messi di posisi dua.
Pada tanggal 8 Januari 2009, Ronaldo mengalami kecelakaan mobil di terowongan dekat Manchester Airport. Ronaldo tidak mengalami luka serius. Empat hari kemudian, ia menjadi pemain pertama di Liga Inggris yang meraih gelar FIFA Player of The Year dan pemain kedua Portugal stelah Luis Figo pada tahun 2001. Di Liga Champions, MU kembali melangkah ke final, tapi dikalahkan oleh Barcelona 0-2.
Pada tanggal 11 Juni 2009, MU menerima tawaran sebesar 80 juta pounds dari Real Madrid untuk membeli Cristiano Ronaldo. Ronaldo juga telah mengungkapkan keinginannya untuk pindah. Hal itu dikonfirmasi oleh wakil dari keluarga Malcolm Glazer. Penjualan Ronaldo direstui oleh Alex Ferguson. Ketika Ronaldo menyelesaikan transfer ke Madrid, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Fergie yang telah membantunya dalam mengembangkan karirnya sebagai pemain, “Dia sudah seperti ayahku sendiri. Ia salah satu sosok yang paling penting dan berpengaruh dalam karir saya.”

Karir di Real Madrid C.F
Pada tanggal 26 Juni 2009, Real Madrid menegaskan bahwa Ronaldo akan bergabung dengan klub pada tanggal 1 Juli 2009 dari MU seharga 80 juta pounds stelah menyetujui kontrak dan akan diikat selama enam tahun. Kontrak Ronaldo bernilai 11 juta euro per tahun dan memiliki klausul buy out sebesar 1000000000 euro. Ronaldo diperkenalkan kepada publik pada tanggal 6 Juli 2009 dengan mengenakan kostum no. 9. Kostum tersebut diberikan langsung oleh legenda hidup Real Madrid, Alfredo Di Stefano. Perkenalan Ronaldo dihadiri langsung oleh sekitar 80 ribu fans di Santiago Bernabeu melampaui rekor Diego Maradona dengan 75.000 fans ketika diperkenalkan oleh Napoli pada tahun 1884.
Ronaldo melakukan debut di Madrid pada tanggal 21 Juli 2009 dalam kemenangan 1-0 atas Shamrock Rovers. Gol pertamanya dicetak satu minggu kemudian lewat tendangan pinalti saat menang 4-2 atas LDU Quito. Pada tanggal 29 Agustus 2009, Ronaldo melakukan debut di La Liga dan mencetak gol melalui tendangan pinalti saat melawan Deportivo La Coruna. Pada tanggal 15 September 2009, Ronaldo mencetak dua gol dari tendangan bebas dalam kemenangan 5-2 atas FC Zurich di Liga Champions. Pada tanggal 10 Oktober 2009, Ronaldo mengalami cedera pergelangan kaki ketika membela Timnas Portugal yang membuatnya absen hingga 25 November 2009. Ronaldo kembali tampil setelah cedera dalam pertandingan El Classico ke Barcelona. Pada tanggal 6 Desember, ia mendapatkan kartu merah pertamanya di Madrid saat menang 4-2 atas Almeria. Di akhir musim Ronaldo mencetak 26 gol di liga dan duetnya dengan Gonzalo Higuain menghasilkan 53 gol di liga atau yang tertinggi dalam sejarah klub.
Kepergian Raul Gonzalez ke Schalke 04 pada musim 2010-2011, membuat Ronaldo mengenakan kostum no. 7 dan julukan CR7 kembali melekat dalam dirinya. Pada tanggal 23 Oktober 2010, Ronaldo mencetak empat gol ke gawang Racing Santander. Gol itu merupakan gol berturut-turut dalam enam pertandingan di mana ia mencetak 11 gol. Ronaldo juga mencetak hat-trick saat menang 5-1 atas Athletic Bilbao. Ia kembali mencetak hat-trick di Copa Del Rey saat menang 8-0 atas Levante. Ronaldo memulai tahun 2011 dengan prospek yang sangat menjanjikan, terutama setelah Madrid mengakui bahwa ia dapat memecahkan rekor gol klub yang dipegang Hugo Sanchez. Ronaldo mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 atas Getafe. Ia melanjutkan aksinya dengan kembali mencetak hat-trick ke gawang Villarreal pada 9 Januari 2011. Ronaldo mempunyai kesempatan besar untuk melewati rekor gol dalam satu musim yang dipegang oleh Hugo Sanchez dengan 38 gol karena hingga bulan Januari 2011, ia sudah mencetak 22 gol. Namun, tak lama setelah itu, Ronaldo hanya mencetak dua gol dalam satu bulan. Selama periode tersebut, tendangan para pemain Madrid 12 kali membentur tiang gawang dan sebagian besar dari Ronaldo. Kemudian Ronaldo membuat comeback bagus setelah paceklik gol dengan kembali mencetak hat-trick saat menggilas Malaga 7-0 pada 3 Maret 2011. Di akhir pertandingan, CR7 mengalami cedera dan harus absen 10 hari. Pada bulan April ia kembali pascacedera dengan mencetak gol beruntun dalam tiga pertandingan dan memecahkan rekor gol pribadi miliknya dengan 42 gol di semua kompetisi saat membela MU. Dalam pertandingan El Classico di liga, Ronaldo mencetak satu gol lewat pinalti. Dan pada tanggal 20 April 2011, Ronaldo mencetak gol kemenangan dalam final Copa Del Rey menghadapi Barcelona. Gol tersebut akhirnya terpilih sebagai gol terbaik Real Madrid musim ini dalam jajak pendapat penggemar, Marca, dan situs resmi Real Madrid pada 7 Mei. Ronaldo kembali menunjukkan kehebatannya dengan mencetak empat gol saat mengalahkan Sevilla 6-2 di Ramon Sanchez Pizjuan. Dengan tambahan 4 gol tersebut, Ronaldo telah mencetak 46 gol di semua kompetisi musim 2010-2011. Tiga hari kemudian, CR7 untuk yang ke sekian kalinya mencetak hat-trick saat mengalahkan Getafe 4-1. Pada tanggal 15 Mei 2011 setelah mencetak dua gol melalui tendangan ke gawang Villarreal, ia menyamai rekor gol terbanyak dalam satu musim yang dipegang oleh Telmo Zarra dan Hugo Sanchez dengan 38 gol.
Pada tanggal 21 Mei 2011, ia mencetak dua gol dalam pertandingan terakhir La Liga musim 2010-2011 ke gawang Almeria. Sehingga ia mencetak 40 gol di liga dan meraih gelar El Pichichi atau top skorer La Liga. Dengan koleksi 40 gol tersebut, ia memenangkan trofi Sepatu Emas dan menjadi pemain pertama yang mampu dua kali meraihnya di dua liga yang berbeda.
Pada tanggal 17 Agustus 2011, Ronaldo mencetak golnya yang ke-100 untuk Real Madrid di semua ajang saat leg kedua Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Ronaldo membuka musim 2011-2012 dengan mencetak hat-trick ke gawang Real Zaragoza dalam kemenangan 6-0.

Penghargaan
Manchester United
Premier League: 3
2006–07, 2007–08, 2008–09
FA Cup: 1
2003–04
League Cup: 2
2005–06, 2008–09
FA Community Shield: 1
2007
UEFA Champions League: 1
2007–08
FIFA Club World Cup: 1
2008
Real Madrid
Copa del Rey: 1
2010–11

Individual
UEFA Euro All-Star Team: 1
2004
Bravo Award: 1
2004
FIFPro Special Young Player of the Year: 2
2004, 2005
Portuguese Footballer of the Year: 1
2006–07
UEFA Team of the Year: 5
2003–04, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2009–10
Sir Matt Busby Player of the Year: 3
2003–04, 2006–07, 2007–08
FIFPro World XI: 4
2006–07, 2007–08, 2008–09, 2009–10
PFA Young Player of the Year: 1
2006–07
PFA Players' Player of the Year: 2
2006–07, 2007–08
PFA Fans' Player of the Year: 2
2006–07, 2007–08
PFA Premier League Team of the Year: 4
2005–06, 2006–07, 2007–08, 2008–09
FWA Footballer of the Year: 2
2006–07, 2007–08
Barclays Player of the Season: 2
2006–07, 2007–08
Premier League Player of the Month: 4
November 2006, December 2006, January 2008, March 2008
Premier League Golden Boot: 1
2007–08
Barclays Merit Award: 1
2007–08
UEFA Champions League Topscorer: 1
2007–08
European Golden Shoe: 2
2007–08, 2010–11
UEFA Club Forward of the Year: 1
2007–08
UEFA Club Footballer of the Year: 1
2007–08
FIFPro World Player of the Year: 1
2007–08
FIFA Club World Cup Silver Ball: 1
2008
Ballon d'Or: 1
2008
FIFA World Player of the Year: 1
2008
Onze d'Or: 1
2008
World Soccer Player of the Year: 1
2008
FIFA Puskás Award: 1
2009
Copa del Rey top goalscorer: 1
2010–11
La Liga top scorer: 1
2010–11

Apa Pendapat Kalian Tentang Ronaldo???

Rabu, 21 Maret 2012

PROFIL LEGENDA | Miguel Munoz (Pelatih Paling Sukses dalam Sejarah Real Madrid C.F)


Nama Lengkap : Miguel Munoz Mozun
Tempat Tgl Lahir : Madrid (Spanyol), 19 Januari 1922
Posisi : Gelandang
Tinggi : 165 cm
Meninggal : Madrid, 16 Juli 1990
Karir Klub :
Karir Pemain:
1943-1944: Logrones
1944-1946: Racing Santander
1946-1948: Celta Vigo (36 main / 1 gol)
1948-1958: Real Madrid (223 main / 23 gol)
Karir Pelatih:
1959: Real Madrid
1959-1960: AD Plus Ultra (sekarang Real Madrid Castilla)
1960-1974: Real Madrid
1969: Spanyol
1975-1976: Granada
1977-1979: Las Palmas
1979-1982: Sevilla
1982-1988: Spanyol

Miguel Muñoz Mozún (lahir 19 Januari 1922 - meninggal 16 Juli 1990 di Madrid) adalah seorang pemain sepak bola Spanyol dan manajer.
Seorang gelandang, ia menghabiskan sebagian besar karirnya di Real Madrid sebelum pergi ke pelatih klub, di mana ia dianggap salah satu manajer paling sukses dalam sejarah Real Madrid, memimpin Madrid untuk memenangkan 2 gelar Liga Champions dan sembilan La Liga (memenangkan tujuh gelar utama di kedua kompetisi utama dikombinasikan sebagai pemain).
Muñoz kemudian memiliki karir pelatihan enam tahun dengan tim nasional Spanyol, dan memimpin ke final Euro 1984.

karir Bermain
Muñoz bermain untuk tim junior di berbagai daerah Madrid, namun awalnya gagal untuk menarik perhatian dari Real Madrid. Dia kemudian bermain untuk Logroñés CD, Racing de Santander dan Celta de Vigo. Pada tahun 1948 Muñoz, bersama dengan rekan setimnya Pahiño, membantu Celta finis keempat di La Liga dan final Copa del Generalísimor, di mana ia mencetak gol dalam kekalahan 1-4 untuk Sevilla CF.
Musim berikutnya, kedua pemain menandatangani kontrak dengan Real Madrid, dan Muñoz melanjutkan untuk tampil di 347 pertandingan resmi dengan klub ibukota. Selain itu, ia mendapatkan tujuh caps untuk Spanyol, tetapi tidak pernah muncul dalam setiap turnamen besar.
Muñoz mencetak gol pertama klub di Liga Champions melawan Servette FC, kemudian, dia menjadi kapten Real Madrid saat menjuarai Liga Champions, di 1956-57, dan pensiun dari sepak bola tahun berikutnya.

Karir Pelatihan
Muñoz melayani magang singkat sebagai pelatih tim cadangan Real Madrid, kemudian bernama Plus Ultra CF, sebelum ditunjuk pelatih tim senior tahun 1959. Waktunya dalam melatih adalah salah satu era yang paling sukses dalam sejarah klub, di bawah bimbingannya, memenangkan trofi liga sembilan kali. Ini termasuk lima beruntun (1961-1965) dan tiga berturut-turut.
Di Eropa Muñoz menyebabkan Real Madrid ke dua kemenangan lagi di Liga Champions, pada tahun 1960 dan 1966. Akibatnya, ia menjadi orang pertama yang memenangkan kompetisi baik sebagai pemain dan pelatih, yang kemudian diikuti oleh Giovanni Trapattoni, Johan Cruyff, Carlo Ancelotti, Frank Rijkaard dan Josep Guardiola. Dia meninggalkan klub pada tahun 1974 setelah 16 musim, sebagai pelatih sisi pelatih terlama dan yang paling sukses dalam sejarah Real Madrid.
Setelah tujuh musim klub lebih (Granada CF, CF Hercules, UD Las Palmas dan Sevilla), Muñoz mengambil kendali tim nasional, setelah tersingkir dari babak grup dalam Piala Dunia 1982, di tanah rumah.
Sebelumnya, ia memiliki empat pertandingan sementara di 60-an, dan akhirnya memimpin Spanyol ke tempat UEFA Euro 1984 runner-up, serta perempatfinal Piala Dunia 1986.

Prestasi
Player
Real Madrid
European Cup: 1955–56, 1956–57, 1957–58
Spanish League: 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58
Latin Cup: 1955, 1957
Manager
Real Madrid
European Cup: 1959–60, 1965–66
Intercontinental Cup: 1960
Spanish League: 1960–61, 1961–62, 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72
Spanish Cup: 1961–62, 1969–70, 1973–74
Spain
UEFA European Football Championship: Runner-up 1984

Selasa, 20 Maret 2012

Profil Legenda Real Madrid | ZINEDINE ZIDANE





Nama lengkap Zinedine Yazid Zidane
Tanggal kelahiran 23 Juni 1972 (umur 39)
Tempat kelahiran Marseille, France
Tinggi 1.85 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain Gelandang Serang
Karier junior
1982–1983 US Saint-Henri
1983–1987 SO Septèmes-les-Vallons
1987–1988 Cannes
Karier senior
Tahun Tim Tampil (Gol)
1988–1992 Cannes 61 (6)
1992–1996 Bordeaux 139 (28)
1996–2001 Juventus 151 (24)
2001–2006 Real Madrid 155 (37)
Total 506 (95)
Tim nasional
1994–2006 France 108 (31)

Zinedine Yazid Zidane (IPA: [ˌzineˈdin jaziːd ziˈdan]; bahasa Arab: زين الدين زيدان, Zainuddin Zidan lahir 23 Juni 1972; umur 39 tahun) yang terkenal dan populer dengan panggilan Zizou adalah seorang pesepak bola Perancis keturunan Aljazair. Posisinya adalah gelandang menyerang. Memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat di transfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-02 dengan nilai 46 juta poundsterling.
Sebagai pesepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, diantaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions Eropa dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d'Or di tahun 1998.

Zidane dilahirkan di Marseille dan dibesarkan di La Castellane. Walaupun lahir di Marseille, Zizou belum pernah bermain untuk Olympique de Marseille. Orang tua Zidane beragama Muslim, dan mereka berimigrasi dari Aljazair ke Perancis pada tahun 1954.
Karier Zidane dimulai pada usia 14 tahun, anak dari imigran Aljazair ini terlihat oleh seorang pencari bakat bernama Jean Varraud dan kemudian ditawari tempat di Akademi AS Cannes. Aslinya ia hanya mendapatkan kesempatan bertahan di Cannes selama enam pekan saja, sebelum akhirnya bakat bagusnya membuat Zidane mampu mengamankan kontrak pertamanya selama empat musim. Zidane kemudian bermain di level professional pertama pada usia 17 tahun di tahun 1991. Ia kemudian mencetak gol pertamanya pada tanggal 8 Februari 1991, yang kemudian membuatnya mendapatkan hadiah mobil dari presiden klub. Zidane kemudian berhasil mengantar Cannes masuk kompetisi Piala UEFA di akhir musim 1991—92.
Zidane kemudian ditransfer ke Girondins de Bordeaux pada musim 1992-93, dan kemudian mengantar klub tersebut menjuarai Piala Intertoto musim 1995 dan runner-up Piala UEFA musim 1995-96. Rekannya di Bordeaux adalah Bixente Lizarazu dan Christophe Dugarry, yang kemudian kelak akan menjadi trio kuat di timnas Perancis pada Piala Dunia 1998. Pada musim 1995, pelatih Blackburn Rovers Ray Harford sempat menawarkan kontrak pada Zidane dan Dugarry, namun Zidane menolak tawaran dari klub Inggris tersebut
Pada tahun 2001 Zizou ditransfer dari klub Italia, Juventus F.C. ke Real Madrid dengan kontrak selama 4 tahun. Biaya transfer sebesar €66 juta, membuat ia menjadi pemain sepak bola dengan transfer termahal di dunia. Ia mencetak gol kemenangan 2-1 melawan klub Jerman, Bayer Leverkusen pada 2001-2002 Final Champions League di Glasgow di Hampden Park. Tahun berikutnya di Piala Dunia 2002 ia hanya tampil sekali membela Perancis karena didera cedera. Dalam turnamen tersebut, Perancis tidak berhasil mencetak satu golpun dan terpuruk di dasar grup pada babak pertama sehingga gagal lolos ke babak berikutnya.
Tahun 2004 setelah Piala Eropa 2004 berakhir, Zidane pensiun dari sepak bola internasional, namun saat Perancis mengalami kesulitan untuk meloloskan diri ke Piala Dunia 2006, Zidane mengumumkan pada Agustus 2005 bahwa ia akan kembali bermain di tim nasional. Perancis akhirnya lolos, tetapi Zidane yang baru melalui musim yang dipenuhi cedera di Madrid, memutuskan bahwa ia akan mundur setelah Piala Dunia tersebut berakhir.

Pada tanggal 25 April 2006, Zizou secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari klub dan tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006.

Pada tanggal 7 Mei 2006 Zizou memainkan pertandingan terakhir sebagai tuan rumah untuk Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu. Pemain Real Madrid memakai baju kaos khusus yang bertanda "ZIDANE 2001 - 2006" tertulis di bawah logo klub. Seperti yang dapat diduga, pendukung Real Madrid memberikan dia sambutan yang hangat dan mendukung Zizou sepanjang pertandingan. Pertandingan ini melawan Villarreal CF dan, sayangnya untuk Zizou, hasil terbaik yang diperoleh Real Madrid adalah seri 3–3. Zizou mencetak gol kedua untuk Real Madrid tanpa perayaan besar-besaran. Zizou menukar baju kaosnya dengan Juan Roman Riquelme, pemain Villarreal CF dan gelandang Argentina. Pada akhir pertandingan, pendukung Real Madrid mengucapkan selamat jalan untuk Zizou dengan memberi ia tepuk tangan panjang, yang membuatnya menitikkan air mata.

Pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2006, ia tampil buruk dan bahkan harus absen pada pertandingan ketiga akibat akumulasi kartu kuning. Zidane kemudian menunjukkan kembali permainan terbaiknya di babak-babak berikutnya, dimulai dari pertandingan melawan Spanyol digugurkan 3–1, lalu Brasil ditaklukkan 1–0, dan kemudian Portugal dikalahkan 1–0. Dengan bentuk permainannya saat itu, banyak yang berharap bahwa Zidane akan menggantung sepatu dengan indah dengan mengalahkan Italia pada pertandingan final, namun kariernya berakhir pahit saat ia dikartu merah wasit Horacio Elizondo pada pertandingan final akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi di bagian dada.
Walaupun karier sepak bolanya berakhir pahit Zidane terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006 versi FIFA dan para wartawan yang meliput ajang tersebut dengan mendapat 2012 poin, kapten Italia Fabio Cannavaro di posisi dua dengan 1977 poin, dan pemain Italia lainnya, Andrea Pirlo di posisi tiga dengan 715 poin. Alasan ia dipilih menjadi pemain terbaik karena berhasil menampilkan penampilan yang menawan serta menunjukkan kepemimpinan yang baik dalam membawa Perancis yang terseok-seok di babak penyisihan grup sampai ke babak final. Pelatih Perancis Domenech dan sang "Kaisar" Beckenbauer membela keputusan FIFA untuk tetap memberikan gelar tersebut meskipun Zizou dianggap melakukan tindakan bodoh tersebut terhadap Materazzi. Materazzi mungkin dianggap mengatakan kata-kata yang sangat menyinggung pemain terbaik dunia 3 kali tersebut sehingga membuat ia menjadi emosi dan akhirnya melakukan tindakan tersebut.
Menurut laporan BBC, pemilihan Pemain Terbaik dilakukan pada masa istirahat setelah babak pertama. Koresponden BBC, Gordon Farquhar, berpendapat bahwa "jika kita menanyakan kepada para wartawan yang telah melakukan pemilihan tersebut setelah pertandingan berakhir - apakah mereka akan mengubah suaranya - mungkin mereka akan melakukannya."[4]
Lagu berjudul Headbutt yang terinspirasi dari serudukan kepala Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 menjadi lagu yang paling terkenal di Perancis. Dalam dua setengah pekan awal, ada 80.000 pengunduh lagu tersebut di situs.

Setelah penampilan yang sangat fantastis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak sedikit publik sepak bola yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia. Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut bola darinya. Pelatih-pelatihpun beranggapan bahwa memaksakan man-to-man marking terhadap Zidane adalah pekerjaan sia-sia. Bahkan produsen olahraga asal Jerman Adidas membuat "formasi baru" yakni 4-Zidane-2

Minggu, 18 Maret 2012

PROFIL PEMAIN REAL MADRID | 17. ALVARO ARBELOA


Nama Lengkap : Alvaro Arbeloa Coca
Tempat Tgl Lahir : Salamanca (Spanyol), 17 Januari 1983
Posisi : Bek
Tinggi : 183 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub
Karir Junior:
1995-2000: Real Zaragoza
2000-2003: Real Madrid
Karir Senior*:
2003-2006: Real Madrid Castilla (50 main / 1 gol)
2004-2005: Real Madrid (2 main / 0 gol)
2006: Deportivo La Coruna (20 main / 0 gol)
2007-2009: Liverpool (66 main / 2 gol)
2009-skrg: Real Madrid (52 main / 2 gol)
Timnas:
2008-skrg: Spanyol (26 main / 0 gol)
*main dan gol di liga (sampai 3 September 2011)

Alvaro Arbeloa mengawali karirnya di akademi Real Zaragoza pada tahun 1995. Pada tahun 2000 ia bergabung dengan akademi La Fabrica Academy Real Madrid.
Arbeloa menikahi kekasihnya, Carlota pada bulan Juli 2009 dan sudah dikaruniai seorang putri bernama Alba yang lahir pada tanggal 26 April 2010.

Awal Karir di Real Madrid
Setelah menandatangani kontrak dengan Real Madrid, Arbeloa mulai bermain untuk tim junior. Ia kemudian dipromosikan tapi hanya bermain sebanyak dua kali pada msuim 2004-2005.

Karir di Deportivo La Coruna
Pada tanggal 24 Juli 2006, Arbeloa bergabung dengan Deportivo La Coruna. Ia mengikuti langkah rekannya di RM Castilla, Roberto Soldado yang juga pergi dari Madrid ke Osasuna. Usai kepindahannya, Arbeloa mengatakan alasannya mengapa ia meninggalkan Real Madrid:

“Ini adalah situasi yang aneh bagi saya. Saya telah bermain untuk Real Madrid selama lima tahun sejak berusia 16 tahun. Tapi sudah waktunya bagi saya untuk pergi dari Madrid yang dipenuhi pemain terbaik dunia. Itu sangat bagus bagi klub, tapi itu sangat buruk bagi Cantera (pemain lulusan akademi). Hanya sedikit dari Cantera yang mampu menembus tim utama. Bahkan mereka yang mampu melakukannya seperti Alvaro Mejia dan Francisco Pavon hanya menjadi pilihan ketiga atau keempat, dan itulah sebabnya aku ingin mencari klub lain di mana aku bisa bermain secara regular. Di La Liga tentu saja La Coruna adalah salah satu klub terbaik di Spanyol dengan Joaquin Caparros sebagai pelatih kepala. Di sana aku akan dapat memiliki pengalaman dan mendapatkan yang lebih baik. Yang penting adalah bahwa saya memiliki keyakinan pada diriku dan aku menikmati waktu saya ketika di Madrid. Aku juga berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya. Saya meninggalkan Real Madrid untuk bermain sepak bola yang lebih baik lagi, tidak ada alasan lain.”

Karir di Liverpool
Pada tanggal 31 Januari 2007, Arbeloa resmi bergabung dengan klub Inggris, Liverpool dengan transfer 4 juta euro. Real Madrid menerima 50% dari hasil penjualan Arbeloa. Ia membuat debut di Liga Inggris pada laga melawan Newcastle United. Arbeloa masuk menggantikan Jermaine Pennant. Arbeloa untuk pertama tampil full-time ketika bertandang ke Barcelona dalam pertandingan Liga Champions. Ia main sebagai bek kiri. Ini dilakukan Benitez untuk alasan taktis, karena Arbeloa mempunyai kaki kanan yang kuat dan ditugaskan menghentikan pergerakan Lionel Messi, karena Messi memiliki kecenderungan untuk menusuk ke tengah lapangan. Permainannya yang bagus dalam menjaga Messi membuat Liverpool menang 2-1 atas Barcelona. Ia mencetak gol pertamanya untuk Liverpool waktu melawan Reading pada 7 April 2007. Arbeloa juga turut membawa Liverpool lolos ke final Liga Champions sebelum ditaklukkan AC Milan 2-1.
Musim berikutnya Arbeloa mengganti no punggungnya dari 2 menjadi 17. Arbeloa menjadi bagian tim inti Liverpool dan bekerja sangat baik dalam kemengan melawan Manchester United dan Chelsea.
Pada tanggal 18 Mei 2009 dalam pertandingan melawan West Brom, Arbeloa terlibat bentrokan dengan rekannya, Jamie Carragher dan harus dipisahkan oleh Xabi Alonso, Pepe Reina, Dani Agger, dan Emiliano Insua. Carragher menjelaskan bahwa dia bentrik dengan Arbeloa sebagai bagian dari pembelaan karena Arbeloa menyalahkannya dari ancaman kebobolan Liverpool, “Kami ingin menjaga clean sheet Pepe Reina dan kami ingin memiliki kesempatan untuk meraihnya empat kali.” Manajer Rafael Benitez menolak berkomentar soal insiden tersebut.

Kembali ke Real Madrid
Pada tanggal 29 Juli 2009 diumumkan bahwa Real Madrid dan Liverpool telah sepakat tentang transfer Arbeloa ke Madrid dengan transfer 5 juta pounds dan dikontrak lima tahun. Kepergian Michel Salgado ke Blackburn membuat kostum no. 2 diwariskan kepada Arbeloa. Madrid sering memainkan Arbeloa sebagai bek kiri karena kurangnya pemain berpengalaman di posisi itu. Arbeloa mencetak gol pertamanya untuk Madrid pada 13 Februari 2010 saat menag 3-0 atas Xerez. Gol kedua lahir dalam derbi Madrid melawan Atletco Madrid pada tanggal 28 Maret 2010. Arbeloa juga mencetak satu gol di Liga Champions saat menang atas Ajax Amsterdam.

Penghargaan:
Klub
Real Madrid
Copa del Rey: 2010–11
Timnas:
Spain
FIFA World Cup: 2010
UEFA European Championship: 2008

Apa Pendapat Kalian Tentang Arbeloa???

Kamis, 15 Maret 2012

PROFIL PEMAIN REAL MADRID | 10. MESUT OZIL

  

Nama Lengkap : Mesut Ozil
Tempat Tgl Lahir : Gelsenkirchen (Jerman), 15 Oktober 1988
Posisi : Gelandang
Tinggi : 181 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub :
Karir Junior
2000-2005: Rot Weiss Essen
2005-2006: Schalke 04
Karir Senior*:
2006-2008: Schalke 04 (30 main / 0 gol)
2008-2010: Werder Bremen ( 71 main / 13 gol)
2010-skrg: Real Madrid (37 main / 6 gol)
*main dan gol di ajang liga sampai 3 september 2011
Timnas Senior:
2009-skrg: Jerman (27 main / 6 gol)

Mesut Ozil adalah pemain sepakbola yang bermain di Real Madrid dan tim nasional Jerman. Ozil telah menjadi bagian dari anggota timnas junior Jerman sejak 2006. Ia menjadi anggota Timnas senior Jerman sejak 2009 dan menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2010 dan sempat dinominasikan meraih Golden Ball Award atau Pemain Terrbaik Turnamen.

Mesut Ozil mendapat julukan “Der Rabe”, “The Raven”, “El Cuervo”, atau “El Buho” yang berarti si burung hantu karena umpan-umpannya yang sangat jitu. Di Jerman Ozil di juluki “Der Neue Diego” atau “Diego Baru” merujuk pada playmaker Diego Ribas Da Cunha yang perannya ia ambil alih. Selain itu Ozil juga mendapat julukan “Messi-nya Jerman” dan “Zidane-nya Jerman”

Karir di Gelsenkirchen dan Rot Weiss Essen
Ozil mengawali karir juniornya di akademi klub kota kelahirannya, Falke Gelsenkirchen dan kemudian pindah ke Rot Weiss Essen pada tahun 2000 selama lima tahun.

Karir di Schalke 04
Pada tahun 2005, Ozil pindah ke akademi Schalke 04. Dia adalah seorang gelandang yang memakai kostum no.17. Ia memulai dari posisi gelandang serang menggantikan peran Lincoln yang mendapatkan hukuman akumulasi kartu dalam pertandingan melawan Bayer Leverkusen dan Bayern Munchen. Saat melakukan debut, ia diprediksi akan memnuat gebrakan yang lebih besar lagi. Ozil akhirnya dijual Schaalke ke Werder Bremen pada bulan Januari 2008.

Karir di Werder Bremen
Pada tanggal 31 Januari 2008, Ozil pindah ke Werder Bremen dengan biaya sekitar 4,3 juta euro dan menandatangani kontrak sampai 30 Juni 2011. Di Bremen, ia menggantikan peran Diego Ribas. Ozil mengantarkan Bremen sampai ke babak final Piala UEFA namun kalah dari Shakhtar Donetsk. Meski Bremen gagal menjuarai Bundesliga 1 2008-2009, Ozil tampil tidak mengecawakan dengan mencetak tiga gol dari 15 penampilan. Pada msuim keduanya di Bremen, Ozil membawa Die Werderaner ke posisi tiga dengan kontribusi 9 gol dan 17 assist dalam 31 pertandingan.

Karir di Real Madrid
Karena penampilan impresifnya di Piala Dunia 2010, Ozil diburu banyak klub besar Eropa. Pada tanggal 17 Agustus 2010 Werder Bremen mengumukan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Real Madrid. Biaya transfer diyakini berada di kisaran 15 juta euro. Ozil melakukan debut untuk Real Madrid dalam pertandingan persahabatan melawan Hercules yang berakhir dengan skor 3-1 untuk Madrid.
Ozil melakukan debut di liga pada tanggal 29 Agustus 2011 dalam pertandingan melawan Real Mallorca. Ia masuk menggantikan Angel Di Maria pada menit ke-62. Debut di Liga Champions terjadi pada 15 September 201 melawan Ajax Amsterdam. Penampilan Ozil mendapat pujian dari media, penggemar, dan pemain.
Ozil mencetak gol debut di liga saat Madrid mengalahkan Deportivo La Coruna 6-1. Sedangkan gol pertama di Liga Champions dicetak ke gawang AC Milan pada 3 Oktober 2010 dalam kemenangan 2-0. Di ajang Copa Del Rey, Ozil melakukan debutnya dalam kemenangan Madrid 8-0 atas Levante dengan mencetak satu gol.
Pada tanggal 6 Maret 2011, stelah memberikan dua assist dalam kemenangan 3-1 atas Racing Santander, Ozil dipuji oleh media di seluruh dunia berkat penampilannya di atas lapangan, sehingga membuat tim bermain luar biasa. Dia mengakhiri musim dengan mencetak 25 assist yang merupakan jumlah tertinggi di Eropa.
Musim 2011-2012, Ozil akan memakai kostum no. 10, sinyail bahwa Jose Mourinho mengandalkannya sebagai playmaker utama klub. Pada tanggal 17 Agustus 2011, tepat satu tahun kedatangannya ke Madrid, Ozil mendapat kartu merah setelah pertengakaran dengan David Villa pada leg kedua Piala Super Spanyol melawan Barcelona.

Gaya Bermain Ozil
Pelatih Timnas Jerman U-21, Horst Hrubesch pernah berkata, “Kami di Jerman rentan terhadap pemain asing. Kita memuji Wayne Rooney setinngi langit, juga Cristiano Ronaldo dan Messi. Tapi kita juga punya. Messi kami adalah Ozil.” Ozil membuat siasat dan improvisasi di lini tengah dan dikenal dengan sihirnya di kaki kiri yang sering membuat assist tak terduga. Ozil memiliki sebuah gerak kaki yang bagus dan dikenal mampu melewati pemain dengan cara yang spektakuler, ia mampu mengeluarkan tim dari situasi sulit untuk membatu tim mencetak gol. Dia memiliki control bola yang luar biasa sperti Messi dan memiliki visi yang besar dan baik dalam mengobrak-abrik lini pertahanan. Dia juga memiliki tembakan yang kuat dari jarak jauh seperti terlihat pada pertandingan melawan Ghana di Piala Dunia 2010

Kehidupan Pribadi Ozil
Ozil adalah pemain keturunan Turki-Jerman. Sehingga dalam permainana disimpulkan, “Tekhnik saya dan perasaan waktu bersama bola adalah khas Turki. Disiplin dalam bersikap dan pantang menyerah adalah cirri khas Jerman.” Leluhur Ozil berasal dari Devrek, Zonguldak di utara Turki.
Ozil adalah seorang muslim. Ia sering membaca Al-Qur’an sebelum bertanding. Kepada harian Tagesspiegel, Ozil berkata, “Saya selalu melakukan itu (membaca Al-Qur’an) sebelum turun ke lapangan. Saya berdo’a dan rekan-rekan tahu bahwa mereka tidak dapat berbicara kepada saya dalam periode tersebut.”
Pada tahun 2010, Ozil menerima penghargaan dari Jerman untuk menjadi contoh utama dalam integrasi ke dalam masyarakat Jerman.

Penghargaan
Werder Bremen
DFB-Pokal: 2009
UEFA Cup: 2008–09 Runner up
Real Madrid
Copa del Rey: 2010–11
Timnas
Germany
FIFA World Cup: Third place – Bronze medal (2010)
UEFA European Under-21 Championship: 2009
Individual
FIFA Ballon d'Or 2010 Nominee
FIFPro 2010 Nominee
2010 FIFA World Cup Adidas Golden Ball Nominee
2010 FIFA World Cup Best Young Player Nominee
2010 FIFA World Cup Most assists

Apa Pendapat Kalian Tentang Ozil???

PROFIL PEMAIN REAL MADRID | 2. RICARDO CARVALHO





Nama Lengkap : Ricardo Alberto Silveira de Carvalho
Tempat Tgl Lahir : Amarante (Portugal), 18 Mei 1978
Posisi : Bek
Tinggi : 181 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub* :
1997-2004: FC Porto (73 main / 3 gol)
1998-1999: Leca (pinjam) (22 main / 1 gol)
1999-2000: Vitoria Setubal (pinjam) (25 main 2 gol)
2000-2001: Alverca (pinjam) (29 main / 1 gol)
2004-2010: Chelsea (135 main / 7 gol)
2010-skrg: Real Madrid (34 main / 3 gol)
*main dan gol di ajang liga sampai 3 september 2011


Carvalho lahir di Amarante di mana ia bermain untuk tim local Amarante FC. Dengan performa luar biasa sebgai anak miuda, bakatnya terlihat oleh FC Porto yang lantas memasukkannya ke akademinya. Antara tahun 1997 sampai 2001 ia menghabiskan masa pinjaman di Leca, Vitorio Setubal, dan FC Alverca. Tapi ketika Jose Mourinho datang ke FC Porto, ia mulai membuat langkah besar ke depan. Saat musim 2002-2003 Carvalho membuat namanya dikenal di seluruh Eropa berkat raihan gelar Liga, Piala Liga dan Piala UEFA di bawah pelatih Jose Mourinho. Pada musim berikutnya, Carvalho memenangkan gelar liga kedua beruntun dan gelar Liga Champions pertamanya. Pada Juli 2004, Carvalho ditransfer ke Chelsea dengan biaya 30 juta euro. Bersama Chelsea, ia memenangkan dua gelar Liga Inggris dan satu Piala Liga dalam dua musim pertamanya. Pada tahun 2008 ia membantu klub mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, tetapi kalah 6-5 dalam drama adu pinalti melawan Manchester United. Pada tahun yang sama ia terpilih sebagai pemain terbaik Chelsea 2008. Dua tahun kemudia di musim 2009-2010 Carvalho membantu Chelsea menjuarai Piala FA. Pada bulan Agustus 2010, setelah enam tahun bersama Chelsea, ia pindah ke Real Madrid dengan transfer 6,7 juta pundsterling.

Carvalho melakukan debut internasional pada 11 Oktober 2003 dalam pertandingan persahabatan melawan Albania. Carvalho juga tampil di Piala Eropa 2004 dan 2008, Piala Dunia 2006 dan 2010.

Karir di FC Porto (1997-2004)
Carvalho dibawa FC Porto ke tim junior pada musim 1996-1997. Ia memulai debut profesional di klub peminjam, Leca. Anatara tahun 1999 sampai 2001 ia dipinjamkan ke Vitoria Setubal dan FC Alverca. Ia kembali ke FC Porto pada musim 2001-2002 dan menjadi pilhan ketiga setelah Jorge Costa dan Jorge Andrade, tapi ia cepat menjadi pilihan utama di 11 laga awal dan membentuk kerja sama yang bagus dengan Andrade yang membuat Jorge Costa dipinjamkan ke Charlton Athletic. Carvalho tampil 25 kali di liga pada musim itu. Pada musim berikutnya, Jorge Costa kembali ke FC Porto dan Andrade pindah ke Deportivo La Coruna. Dengan Jose Mourinho sebagai pelatih, Carvalho kembali menjadi pilihan ketiga setelah Jorge Costa dan Pedro Emanuel. Tetapi Carvalho tampil bagus dan membuatnya menjadi pilihan pertama di lini belakang. Pada musim 2002-2003, FC Porto merebut trofi Pila UEFA setelah mengalahkan Glasgow Celtic 3-2. Itu adalah trofi Eropa pertama bagi Carvalho.
Musim 2003-2004 Carvalho membuat namanya semakin dikenal sebagai pemain kelas dunia. Pada musim itu ia memenangkan gelar Liga Portugal dan trofi Liga Champions dengan mengalahkan AS Monaco 3-0. Nama Carvalho pu masuk dalam UEFA Team of The Year dan salah satu dari 50 pemain untuk nominasi peraih Ballon d’Oro. Pada akhir musim Carvalho diincar oleh sejumlah tim besar Eropa seperti Inter Milan, Barcelona, Real Madrid, dan MU. Tapi Chelsea-lah yang beruntung mendapatkan Carvalho dengan transfer 30 juta euro.

Chelsea (2004-2010)
Di Chelsea, Carvalho dianggap sebagai salah satu bek terbaik di Eropa, bergabung dengan pelatihnya di Porto, Jose Mourinho dan rekannya, Paulo Ferreira dengan kontrak tiga tahun. Di musim pertamanya di Chelsea ia memenangkan gelar Liga Inggris untuk pertama dalam 50 tahun terakhir dan Piala Liga. Ia mencetak gol pertamanya untuk Chelsea dalam kemenangan 3-1 atas Norwich City.
Awal musim 2005-2006 tidak mulus baginya karena ia dikecam Mourinho setelah membuat komentar mengenai kebijakan seleksi. Carvalho mengatakan keputusan manajer Chelsea untuk menurunkannya di laga perdana musim itu bisa “dimengerti”. Tetapi Mourinho menjawab: “Carvalho tampaknya memiliki masalah dalam hal pemahaman, mungki dia harus tes IQ”. Carvalho pun dihukum dan didenda 85.000 poundsterling. Ia kembali main pada akhir September. Pada tanggal 19 Oktober 2005 ia mencetak gol pertamanya di musim itu dalam kemenangan 4-0 atas Real Betis di Liga Champions. Di Liga Inggris Carvalho mendapat kartu merah pertamanya di Chelsea pada bulan Januari saat seri 1-1 vs Charlton. Pada tanggal 29 April 2006 Carvalho mencetak gol penting dalam kemenangan 3-0 atas Man. United sekaligus meraih gelar Liga Inggris untuk kedua kali secara beruntun.
Pada musim 2006-2007 Carvalho kembali mencetak gol ke gawang MU (1-1). Pada tanggal 28 April 2007 Carvalho mengalami cedera ligament medial pada kaki kanan yang mengakibatkan ia absen dalam semifinal Liga Champions melawan Liverpool. Pada tanggal 18 Mei 2007, Carvalho menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun dengan Chelsea.
Carvalho menunjukkan performa yang bagus pada musim 2007-2008. Karena kepergian Mourinho, juara Spanyol, Real Madrid kembali menyatakan ketertarikannya pada Carvalho: “Kami tidak akan pernah bisa mendapatkan Carvalho karena hubungannya dengan Mourinho. Sekarang dia telah mninggalkan Chelsea dan kami merasa ada peluang nyata.” Namun Carvalho tetap setia di Chelsea. Pada musim itu, Carvalho menjadi salah satu pemain paling konsisten di Chelsea dan usahanya dihargai ketika ia mencetak gol pertamanya pada musim itu dal penampilannya yang ke 150 bersama Chelsea dalam kemenangan 1-0 atas Middlesbrough. Pada tangal 26 April 2008, Carvalho membuat penampilan yang ke 100 bagi Chelsea di Liga Inggris dalam kemenangan 2-1 atas MU. Di Liga Champions untuk pertama kalinya Chelsea ia bawa sampai ke babak final, sayang Chelsea kalah kalah 6-5 dalam adu pinalti. Pada tanggal 8 Mei 2008 Carvalho terpilih sebagai Pemain Terbaik Chelsea 2008 pilihan pemain Chelsea. Ia juga masuk dalam Player of The Year pilihan fans Chelsea bersama Michael Ballack dan Joe Cole.
Pada bulan Juli 2009, Carvalho mengatak bahwa ia ingin meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Inter Milan yang dilatih Jose Mourinho. Carvalho mengatakan empat musim pertamanya di Chelsa indah, tapi yang terakhir-lah yang paling sulit. Ia hanya main 18 kali selama musim 2008-2009 karena sering cedera. Beberapa hari kemudian jalan keluar dari Chelsea makin tampak stelah ada tuduhan klub tidak serius dalam menangani cedera yang diderita Carvalho. Ia berkata, “Ini adalah tahun yang buruk bagi saya, tapi sekarang saya berharap saya bisa lekas fit dan siap.” Penunjukkan Carlo Ancelotti sebagai pelatih Chelsea ditambah dengan pemulihan cedera membuat Carvalho kembali merebut posisi inti di The Blues
Carvalho membuat awal yang baik pada musim 2009-2010 denagan meraih gelar Community Shield dengan mengalahkan Manchester United sekaligus meraih penghargaan Man of The Match. Pada tanggal 24 Maret 2010 dalam kemenangan 5-0 atas Portsmouth, Carvalho mengalami kerusakan pada ligament pergelangan kaki. Cederanya Nampak serius tapi tidak perlu operasi. Karena cedera tersebut, ia absen dalam pertandingan berikut Chelsea. Pada akhir musim, tepatnya pada 24 Juli 2010, surat kabar The Sun membuat laporan bahwa Carvalho telah menyatakan keinginan untuk meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Real Madrid yang dilatih Jose Mourinho. Menurut The Sun, Carvalho berkata, “Jika ada peluang untuk bermain dengan Real Madrid, saya akan pergi ke sana sekarang dengan bernang atau berlari.”

Real Madrid (2010-sekarang)
Pada tanggal 10 Agustus 2010, Real Madrid mendatangkan Carvalho dengan biaya 7,9 juta euro dengan kontrak 2 tahun. Dia melakukan debut pada 13 Agustus 2010 dalam pertandingan persahabatan melawan Bayern Munchen di mana Madrid menang 4-2 dalam adu pinalti. Debut di liga terjadi tanggal 29 Agustus 2010 ketika imbang 0-0 dengan Real Mallorca. Dalam pertandingan berikutnya menghadapi Osasuna di Santiago Bernabeu, Carvalho mencetak gol debut untuk Madrid dalam kemenangan 1-0. Pada tanggal 7 November 2010 Carvalho mencetak gol keduanya untuk Madrid dalm kemenangan 2-0 ata Atletico Madrid. Carvalho mendapat kartu merah pertama saat menang 1-0 atas Sevilla. Oleh berbagai media, salah satu factor kuatnya pertahan Madrid adalah karena kehadiran Carvalho.

Kehidupan Pribadi
Ricardo Carvalho menikah dengan seorang wanita Portugal bernama Carina. Mereka memiliki seorang putra bernama Rodrigo dan seorang putrid bernama Rachel. Merek pakaian terkenal yang sering dipakai carvalho adalah Louis Vuitton.

Penghargaan:
Klub:
Porto
Primeira Liga: 3
1998–99, 2002–03, 2003–04
Taça de Portugal: 1
2002–03
Supertaça Cândido de Oliveira: 3
1998, 2003, 2004
UEFA Cup: 1
2002–03
UEFA Champions League: 1
2003–04
Chelsea:
Premier League: 3
2004–05, 2005–06, 2009–10
FA Cup: 3
2006-07, 2008-09, 2009-10
FA Community Shield: 2
2005, 2009
League Cup: 2
2004-05, 2006-07
Real Madrid
Copa del Rey: 1
2010–11
Individu:
Portuguese League Footballer of the Year: 2002–03
UEFA Club Best Defender of the Year: 2003–04
UEFA Team of the Year: 2003–04
UEFA Euro Team of the Tournament: 2004
FIFA World Cup All-Star Team: 2006
Chelsea Players' Player of the Year: 2007–08

Apa pendapat Kalian Tentang Carvalho???

Rabu, 14 Maret 2012

PROFIL PEMAIN REAL MADRID | 3. PEPE


Nama Lengkap : Kepler Laveran Lima Ferreira “Pepe”
Tempat Tgl Lahir : Marceio (Brasil), 26 Februari 1983
Posisi : Bek
Tinggi : 187 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub
Karir Junior:
1995-2001: Corinthians-AL
Karir Senior*:
2001-2002: Maritimo B (10 main / 1 gol)
2002-2004: Maritimo (63 main / 3 gol)
2004-2007: FC Porto (64 main / 6 gol)
2007-skrg: Real Madrid (82 main / 2 gol)
Timnas:
2007-skrg: Portugal (35 main / 2 gol)
*main dan gol di ajang liga sampai 3 september 2011


Karir di Maritimo
Pepe memulai karir sepak bola dengan Alagoana. Pada usia 18 tahun ia pindah ke Portugal dan bermain di Maritimo. Ia menghabiskan musim pertamanya dengan tim B. Musim 2002-2003 Pepe diromosikan ke tim utama di bawah manajer Byshovets Anatoliy. Pepe bermain di beberapa posisi termasuk gelandang bertahan dan menyerang. Selama pra-musim 2003-2004, Pepe diizinkan berlatih dengan Sporting Lisbon selama dua minggu, setelah kesepakatan dapat dinegosiasikan mengenai transfer. Namun, klub tidak menyetujui persyaratan yang diajukan. Pepe kembali berlatih dengan Maritimo dan mengantarnya lolos ke Piala UEFA dengan kontribusi 30 pertandingan dan satu gol.

Karir di FC Porto
Musim panas tahun 2004, Pepe didatangkan raksasa Portugal, FC Porto dengan nilai transfer 1 juta euro ditambah tiga pemain: Tonel, Evaldo, dan Antonielton Ferreira. Sebuah klausul dalam perjanjian juga menyatakan bahwa Maritimo akan menerima 20% dari setiap biaya transfer di masa depan. Dalam musim pertamanya di bawah pelatih Victor Fernandez, Pepe sering menghuni bangku cadangan karena kalah bersaing dengan para bek senior Porto. Namun di musim berikutnya di bawah pelatih Co Adriaanse, ia mampu merebut tempat di tim inti. Dengan formasi 3-4-3, Pepe menempati posisi stopper dan memenangkan gelar Liga Portugal.

Karir di Real Madrid
Pada tanggal 10 Juli 2007, Real Madrid menggaet Pepe dengan nilai transfer mencapai 30 juta pounds dan dikontrak lima tahun. Pada tanggal 15 Maret 2008 ia mencetak gol bunuh diri melawan Deportivo La Coruna. Delapan bulan kemudian, ia terlibat perkelahian dengan dengan rekan setim, Javier Balboa. Pepe tetap dipanggil dalam laga selanjutnya setelah insiden itu, tetapi Balboa tidak. Real Madrid menjuarai La Liga pada musim itu.
Pepe mengalami cedera sepanjang musim 2008-2009. Pada tanggal 21 April 2009, ia terlibat insiden dengan pemain Getafe, Javier Casquero. Setelah masuk lapangan, ia menjatuhkan lawan di area pinalti, lantas ia menendang lawan dua kali. Satu kali di bagian betis dan sekali di bagian punggung bawah. Ketika ditarik untuk menjauh dari Casquero, ia malah mendorong kepala pemain sampai terjatuh. Tak lama kemudian, Pepe kembali berulah dengan memukul pemain lain Getafe, Juan Albin di bagian wajah. Akhirnya ia menerima larangan bertanding sebanyak 10 pertandingan. Musim berakhir lebih cepat bagi Pepe.
Selama musim 2009-2010, Pepe kembali masuk skuad inti Madrid. Pada tanggal 4 Oktober 2009, ia mencetak gol pertamanya di liga melawan Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan lewat sundulan menerima assist dari Guti, sayang Madrid kalah 1-2. Pada tanggal 12 Desember 2009 dalam laga melawan Valencia dalam kemenangan 3-2, Pepe ditandu keluar lapangan. Hasil scan menunjukkan ligament lututnya bermasalah dan harus absen hingga akhir musim dan terancam tidak ikut Piala Dunia.
Pada musim 2010-2011, Pepe mempunyai rekan baru dari sesama pemain Portugal, Ricardo Carvalho dan menduetkannya dengannya. Di bawah Mourinho, pasangan bek tersebut sangat solid dan menjadi salah satu pertahanan terbaik di Spanyol. Pada tanggal 2 Oktober 2010, Diario AS menerbitkan sebuah artikel di mana Pepe akan meninggalkan klub. Menurut Koran tersebut, “Ketika ia menandatangani kontrak dengan Madrid pada 2007, ia akan mengorbankan bagian dari gajinya untuk proses kepindahan. Gaji Pepe di Madrid hanya 1,8 juta euro per musim.” Tetapi, setelah melalui negosiasi yang melelahkan, akhirnya Pepe menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2015. Pada musim itu Pepe sering bermain di posisi gelandang bertahan, terutama saat menghadai Barcelona. Pada tanggal 27 April 2011, di leg pertama semifinal Liga Champions melawan Barcelona, Pepe mendapat kartu merah controversial atas duelnya memperebutkan bola dengan Daniel Alves di awal babak kedua, Madrid pun kalah 0-2. Pada tanggal 12 Juli 2011, Pepe memperpanjang kontrak lagi dengan Real Madrid hingga 2016.

Karir Internasional
Pepe tidak pernah memperkuat tanah kelahirannya, Brasil dalam setiap jenjang usia. Ia menerima kewarganegaraan Portugal pada bulan Agustus 2007. Pepe melakukan debut untuk Portugal melawan Polandia dalam kualifikasi Piala Eropa 2008. Pada Piala Eropa 2008, Pepe mencetak satu gol ke gawang Turki. Namun, langakh Portugal terhenti di babak perempat final.
Selama kualifikasi Piala Dunia 2010, Pepe sering dipasang sebagai gelandang bertahan oleh pelatih Carlos Queiroz. Setelah cedera lutut yang ia dapat di Real Madrid, Pepe akhirnya dinyatakan fit dan terpilih masuk skuad Portugal untuk Piala Dunia 2010 dan bermain saat menghadapi Brasil di penyisihan grup.

Penghargaan:
Porto:
Primeira Liga: 2005–06, 2006–07
Taça de Portugal: 2005–06
Supertaça Cândido de Oliveira: 2005
Intercontinental Cup: 2004
Real Madrid:
La Liga: 2007–08
Copa del Rey: 2010–11
Supercopa de España: 2008; Runner-up 2011
Individu:
UEFA Euro 2008 Team of the Tournament

Apa Pendapat Kalian Tentang Pepe???

Selasa, 13 Maret 2012

PROFIL PEMAIN REAL MADRID | 4. SERGIO RAMOS


Nama Lengkap : Sergio Ramos Garcia
Tempat Tgl Lahir : Camas (Spanyol), 30 Maret 1986
Posisi : Bek
Tinggi : 183 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub
Karir Junior:
1996-2003: Sevilla
Karir Senior*:
2003-2004: Sevilla B (26 main / 2 gol)
2004-2005: Sevilla (29 main / 2 gol)
2005-skrg: Real Madrid (196 main / 25 gol)
Timnas:
2005-skrg: Spanyol (76 main / 5 gol)
*main dan gol di ajang liga sampai 3 september 2011


Karir di Sevilla
Lahir di Camas, Sevilla, Ramos memulai karirnya di Sevilla FC, muncul dari akademi bersama Jesus Navas dan Antonio Puerta. Ia membuat debut di La Liga pada tanggal 1 Februari 2004, datang sebagai pemain pengganti saat kalah 0-1 dari La Coruna. Pada musim 2004-2005, Ramos tampil dalam 31 pertandingan bagi Sevilla dan membawa Sevilla finish di posisi 6. Gol Ramos dicetak ke gawang Real Sociedad dan tendangan bebas ke gawang Real Madrid.

Karir di Real Madrid
Pada musim panas 2005, Ramos dibeli Real Madrid dengan transfer senilai 27 juta euro, sebuah rekor bagi pemain muda Spanyol. Dia adalah satu-satunya pemain Spanyol yang dibeli Florentino Perez sebagai presiden Real Madrid. Di klub, Ramos dianugerahi kostum no.4 yang pernah dipakai Fernando Hierro. Pada tanggal 6 Desember 2005, ia mencetak gol pertamanya untuk Madrid dalam kekalahan Madrid 2-3 dari Olympiakos di Liga Champions. Selama musim pertama, Ramos dimainkan sebagai bek tengah, namun kadang juga sebagai gelandang bertahan dalam keadaan darurat. Namun, kedatangan Christoph Metzelder dan Pepe di musim 2007-2008 membuat Sergio Ramos berpindah posisi ke bek kanan, posisi aslinya. Naluri golnya kembali muncul. Pada tanggal 4 Mei 2008, Ramos mengirim assist kepada Gonzalo Higuain di menit ke-89 melawan Osasuna dalam kemenangan tandang 2-1 sekaligus Madrid meriah gelar Liga yang ke-31 kalinya. Pada laga terakhir, Ramos mencetak dua gol dalam kemenagan 5-2 atas Levante. Ia juga mencetak gol penting dalam laga Piala Super Spanyol melawan Valencia dan membawa Madrid meraih trofi Piala Super Spanyol. Meski Ramos sempat mengalami penurunan performa, ia segera kembali pada performa terbaik saat menghadapi Real Mallorca (11 Januari 2009) dengan mencetak gol melalui tendangan voli akrobatik. Ramos kembali mencetak gol dalam kemenangan 3-1 atas tuan rumah Osasuna pada minggu berikutnya. Nama Sergio Ramos masuk dalam FIFA Team of The Year, UEFA Team of The Year, dan FIFPro XI atas penampilan impresifnya selama musim 2007-2008. Ia juga berada di posisi 21 dalam nominasi Pemain Terbaik Eropa tahun 2008.
Tepat pada awal musim 2009-2010, Ramos diangkat sebagai kapten keempat Real Madrid di bawah Raul, Guti, dan Iker Casillas. Cederanya Pepe pada musim itu membuat Ramos kembali bermain sebagai bek tengah dan mampu mencetak 4 gol dalam 33 penampilan. Tetapi Madrid harus puas berada di posisi runner-up. Pada tanggal 21 Februari 2010, ia memainkan pertandingan resmi yang ke-200 untuk Real Madrid saat melawan Villarreal. Pada tanggal 29 November 2010 saat kalah dari Barcelona, Ramos diusir keluar lapangan karene menendang Lionel Messi dari belakang dan mendorong Carles Puyol. Sergio Ramos pun menyamai rekor Fernando Hierro untuk koleksi kartu merah hanya dalam 264 pertandinagn. Pada tanggal 20 April 2011, Ramos turut meraih gelar Copa Del Rey bersama Madrid usai mengalahkan rival, Barcelona 1-0 di Mestalla. Dalam perayaan juara Copa Del Rey, tanpa sengaja Ramos menjatuhkan piala tersebut yang membuat piala tersebut penyok. Pada tanggal 21 Juli 2011, Ramos memperpanjang kontraknya di Real Madrid hingga 2017.

Karir Internasional
Pada tahun 2004, Ramos menjadi andalan di Timnas Spanyol U-21 dengan bermain sebanyak 6 pertandingan. Pada tanggal 26 Maret 2005 dalam kemenangan 3-0 atas Cina di Salamanca, ia melakukan debut di tim senior Spanyol dalam usia 18 tahun dan 361 hari, membuatnya menjadi pemain termuda yang melekukan debut di timnas dalam 55 tahun terakhir sebelum dipecahkan oleh Cesc Fabregas. Hanya tujuh bulan kemudian, Ramos mencetak dua gol dalam kemenangan 6-0 atas San Marino. Di Piala DUnia 2006, Ramos menjadi pilihan pertama bagi Timnas Spanyol di posisi bek kanan.
Sepanjang kualifikasi Piala Eropa 2008, Ramos adalah anggota tetap di Starting XI Spanyol. Ia mencetak dua gol selama kualifikasi dalam 11 pertandingan. Pada Piala Eropa 2008, Ramos selalu tampil full-time untuk Spanyol kecuali saat menag 2-1 atas Yunani di penyisihan grub. Spanyol akhirnya tampil sebagai juara setelah mengalahkan Jerman 1-0 di final. Dalam perayaannya, Ramos mengenakan t-shirt untuk menghormati teman dekat dan rekan setimnya waktu di Sevilla, Antonio Puerta yang meninggal pada Agustus 2007.
Ramos juga terpilih masuk skuad Spanyol untuk Piala Konfederasi 2009 di Afrika Selatan. Pada Piala Dunia 2010 Ramos berjasa mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia 2010. Ia pun memuncaki daftar Castrol Performance Index dengan skor 9,79.

Penghargaan:
Real Madrid
La Liga: 2006–07, 2007–08
Copa del Rey: 2010–11
Supercopa de España: 2008; Runner-up 2011
Timnas:
Spain U–19
UEFA U-19 Championship: 2004
Spain
FIFA World Cup: 2010
UEFA European Championship: 2008
FIFA Confederations Cup: Third-place 2009
Individu
UEFA's Best new player of 2004–05
UEFA's 2005–06 All-World Defensive Player of the Year
La Liga: Don Balón Award - Breakthrough Player of the Year 2005
ESM Team of the year: 2007–08
FIFPro: World XI 2007–08
UEFA: Team of the Year 2008
FIFA.com: Team of the Year 2008
Antonio Puerta Award
Móstoles Sports Elite Award
2010 FIFA World Cup: Castrol Index Winner
FIFA World Cup All-Star Team: 2010

Apa Pendapat Kalian Tentang Ramos???

Senin, 12 Maret 2012

Profil Pemain Real Madrid | 1. IKER CASILLAS


1. IKER CASILLAS

Nama Lengkap : Iker Casillas Fernandez
Tempat Tgl Lahir : Mostoles, Madrid (Spanyol), 20 Mei 1981
Posisi : Kiper
Tinggi : 182 cm
Klub sekarang : Real Madrid
Karir Klub :
Karir Junior
1990-1998: Real Madrid
Karir Senior*:
1998-1999: Real Madrid C (26 main/0 gol)
1999: Real Madrid Castilla (4 main/0 gol)
1999-skrg: Real Madrid (421 main/0 gol)
*main dan gol di ajang liga sampai 3 september 2011
Timnas Senior:
2000-skrg: Spanyol (123 main/0 gol)

Iker Casillas lahir di Madrid, 20 Mei 1981 adalah kiper sepak bola Spanyol yang bermain di Real Madrid dan timnas Spanyol. Pada tahun 2008 ia memimpin timnas Spanyol menjuarai Piala Eropa dalam 44 tahun terakhir dan pada tahun 2010 menjuarai Piala Dunia untuk pertama kali sepanjang sejarah sekaligus kiper terbaik turnamen. Sejak awal menjadi pemain profesional, Casillas telah diakui sebagai salah satu kiper terbaik di Eropa. Pada akhir 2009 ia terpilih ke dalam Tim UEFA untuk ketiga kali secara beruntun. Pada Juli 2010 Casillas adalah salah satu pemain yang mampu memenangkan semua gelar di klub maupun tingkat nasional. Pada tanggal 19 Oktober 2010, Casillas menjadi kiper yang paling sering tampil di Liga Champions.

Kehidupan Awal Casillas
Iker mempunyai ayah bernama Jose Luis Casillas seorang pegawai sipil di Departemen Pendidikan dan seorang ibu bernama Maria del Carmen Fernandez Gonzalez seorang penata rambut. Kedua orang tuanya berimigrasi dari kota asal mereka Navalacruz, Avila. Ketika ia masih kecil, ia tinggal selama beberapa tahun di Basque Country, tapi ia tetap menganggap Madrid adalah kampong halamannya. Casillas memiliki seorang saudara yang tujuh tahun lebih muda bernama Unai Casillas yang saat ini bermain di Mostoles CD. Sebagai seorang anak muda di tahun 1980-an, Casillas pernah lupa satu kali mengambil kupon kolam di akhir pekan. Padahal sebelumnya Casillas selalu memperoleh kupon yang sama selama 14 kali berturut-turut. Ayahnya sangat kecewa, hingga akhirnya Casillas berjanji akan memberikan gelar Piala Dunia untuk ayahnya (terwujud pada tahun 2010).

Masa Awal di Real Madrid
Casillas adalah produk sistem muda Real Madrid dan memulai karir di akademi pada musim 1990-1991. Ia pertama kali dipanggil ke tim pertama pada 27 November 1997 pada usia 16 tahun untuk menghadapi Rosenborg di Liga Champions, tapi tidak sampai musim 1998-1999 ia memulai debutnya di tim senior menggantikan Bodo Illgner. Pada musim berikutnya ia diturunkan sebagai kiper utama menggantikan Bodo Illgner. Pada tahun 2000, ia menjadi kiper termuda yang pernah tampil di final Liga Champions saat mengalahkan Valencia 3-0, hanya empat hari setelah hari ulang tahunnya yang ke 19.

Casillas di Santiago Bernabeu
Casillas sempat kehilangan tempat di skuad inti oleh Cesar Sanchez. Namun ketika Cesar mengalami cedera di menit akhir saat menghadapi Bayern Leverkusen di final Liga Champions 2001-2002, Casillas dipercaya tampil dan membuat beberapa kali penyelamatn brilian sekaligus mengangkat trofi Liga Champions untuk ke Sembilan kalinya setelah menang 2-1. Sejak saat itu Casillas menyandang sebagai kiper no 1 di Real Madrid.
Musim 2007-2008 adalah musim yang indah bagi Casillas karena ia membantu Real Madrid merebut gelar La Liga untuk ke-31 kali dan hanya kebobolan 32 kali dalam 36 pertandingan untuk merebut Trofi Zamora. Pada tanggal 14 Februari 2008 ia dan kapten Raul diberi perpanjangan kontrak baru. Casillas menandatangani kontrak sampai tahun 2017, dengan perpanjangan otomatis jika ia mampu main minimal 30 kali dalam setiap musim. Ia juga diberi klausul buy out sebesar 113 juta euro. Pada tahun itu juga, Casillas masuk UEFA Team of The Year untuk kedua kalinya.

Pada bulan Februari 2009, Casillas menyamai rekor Paco Buyo sebagai kiper yang paling sering tampil untuk Real Madrid di semua kompetisi dengan 454 pertandingan. Dengan pencapaian itu Casillas berada di urutan no satu di posisi kiper hanya dalam usia 27 tahun. Selama transfer musim panas 2009, media Spanyol mengatakan bahwa Manchester City telah menawarnya dengan nilai transfer 129 juta euro. Namun klub membantahnya. Manchester United juga pernah tertarik pada Casillas. Tetapi Casillas sendiri menyatakan bahwa ia tidak punya niat meninggalkan klub yang telah ia bela sejak kecil. Musim 2009-2010 tepatnya pada tanggal 4 Oktober 2009 dalam pertandingan melawan Sevilla, Casillas membuat penyelamatan luar biasa di mana ia berlari dari satu sisi ujung gawang ke sisi lainnya untuk menghentikan bola dari Diego Perotti dalam situasi satu lawan satu. Setelah pertandingan itu, ia menerima pujian kiper legenda Inggris, Gordon Banks yang menyatakan reflex Casillas luar biasa, jika terus bermain seperti itu ia akan menjadi salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola.
Europa Press pada tahun 2010 melaporkan bahwa Casillas adalah olahragawan paling popular no 2 di Spanyol sepanjang tahun 2010 di internet. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Vipnet360 memeriksa penggemar Casillas banyak tersebar di Facebook, Twitter, dan YouTube.
Musim 2010-2011 gelar Casillas semakin lengkap setelah merebut gelar Copa Del Rey bersama Real Madrid dengan mengalahkan Barcelona 1-0 di final.

Di Timas junior Spanyol, Casillas memulai debutnya di U-17. Pada usia 16 tahun, ia adalah pemain termuda dalam skuad Spanyol di Piala Dunia U-17 1997 di Mesir. Dua tahun kemudian ia memenangi Piala Dunia U-19 dan UEFA-CAF Meridian Cup di tahun yang sama. Awalnya ia pilihan kedua di Timmas, tetapi ia segera menjadi pilihan pertama menyusul penampilan cemerlangnya di klub.

Iker Casillas di Timnas Spanyol
Saat ini Casillas adalah kiper no dua yang paling sering tampil untuk Spanyol di bawah Andoni Zubizarreta dengan 126 caps.. Setelah melakukan debut internasional pada 3 Juni 2000 melawan Swedia (pada usia 19 tahun 14 hari), Casillas hanya menjadi kiper cadangan di Euro 2000. Di Piala Dunia 2002 awalnya Casillas adalah kiper kedua di bawah Santiago Canizares. Karena Canizares mengalami cedera, jadi Casillas menjadi kiper utama Spanyol waktu itu. Pada usia 21 tahun Casillas adalah kiper termuda di PD 2002 itu. Ia memainkan peran penting dalam perjalanan Spanyol ketika ia mampu mematahkan dua kali tendangan penalty dalam adu penalty melawan Rep. Irlandia di 16 besar. Casillas pun mendapat julukan “Saint-Iker”
Selama kualifikasi Euro 2004, Casillas selalu bermain dalam enam pertandingan dan hanya kemasukan empat gol. Casillas juga kiper utama Spanyol di Piala Dunia 2006 dan dua kali menjadi kapten sebelum akhirnya langkah Spanyol dihentikan Perancis di 16 besar dengan skor 3-1.

Di Piala Eropa 2008 dicoretnya nama Raul dari Timnas Spanyol membuat Casillas menyandang sebagai kapetn Spanyol. Casillas tampil dua pertandingan awal penyisihan grup melawan Rusia dan Swedia sebelum dicadangkan pada pertandingan ketiga melawan Yunani. Pada babak perempat final, Casillas mematahkan dua kali penalty pemain Italia, Antonio Di Natale dan Daniele De Rossi di adu penalty menyusul hasil imbang tanpa gol di waktu normal + extra time. Spanyol terus melaju sampai ke babak final melawan Jerman. Spanyol menang 1-0 dan merebut gelar Eropa kedua kalinya. Casillas melakukan tiga kali clean sheet melawan Italia, Rusia, dan Jerman. Final yang digelar tanggal 29 Juni 2008 tersebut juga menobatkan Casillas sebagai satu-satunya kapten yang berposisi sebagai kiper yang mampu mengangkat trofi Piala Eropa.

Pada bulan Oktober 2008, Casillas dan Pepe Reina memecahkan rekor nasional untuk hal clean sheat. Pasangan ini tak kebobolan dalam 710 menit, lebih lama dari Andoni Zubizarreta dan Paco Buyo. Pada tahun 2008, Casillas menempati peringkat empat di Ballon d’Oro di belakang Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Fernando Torres. Ia juga dinobatkan sebagai kiper terbaik dunia 2008 versi IFFHS. Ia juga menempati peringkat ketiga kiper terbaik sepanjang massa. Pada tanggal 5 September 2009 saat menang 5-0 atas Belgia dalam kualifikasi Piala Dunia 2010, Casillas menyamai rekor Andoni Zubizarreta dengan melakukan 56 clean sheet. Dalam pertandingan berikutnya melawan Estonia, ia mengungguli Zubizarreta dengan 67 clean sheet hanya dalam 98 caps, sementara Zubizarreta butuh 126 caps.

Pada tanggal 14 November 2009, Casillas mencatat penampilan yang ke 100 untuk Spanyol dalam laga persahabatan menghadapi Argentina. Pada tanggal 11 Juli 2010, ia menjadi kapten Spanyol untuk berlaga di Piala Dunia 2010. Ia membawa Spanyol juara untuk pertama kali stelah mengalahkan Belanda di final dengan skor 1-0. Dengan demikian ia menjadi pemain ketiga yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kiper sekaligus kapten setelah Gianpiero Combi (1934) dan Dino Zoff (1982). Dia terpilih sebagai kiper terbaik turnamen dan menerima penghargaan sarung tangan emas. Selama Piala Dunia ia mencatat lima kali clean sheet. Di final Casillas membuat 2 kali penyelamatan penting dari ancaman Arjen Robben.

Penghargaan:
Klub:
La Liga (4): 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08
Copa del Rey (1): 2010–11
Supercopa de España (3): 2001, 2003, 2008.
UEFA Champions League (2): 1999–2000, 2001–02
UEFA Super Cup (1): 2002
Intercontinental Cup (1): 2002
Trofeo Santiago Bernabéu (9): 2000, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011

Timnas:
UEFA U-15 Championship: 1995[27]
UEFA U-16 Championship: 1997
UEFA-CAF Meridian Cup: 1999
FIFA World Youth Championship: 1999
UEFA European Championship: 2008
FIFA World Cup: 2010

Individu:
Bravo Award: 2000
Don Balón Award: Breakthrough Player 2000
UEFA Team of the Year: 2007, 2008, 2009, 2010[31]
Zamora Trophy: 2007–08
UEFA Euro Team of the Tournament: 2008[32]
FIFA World XI: 2008, 2009, 2010
FIFA/FIFPro World's best goalkeeper 2008, 2009, 2010
IFFHS Best Goalkeeper: 2008, 2009, 2010
FIFA.com Team of the Year: 2008[33]
FIFA World Cup Golden Glove: 2010 [34]
FIFA World Cup All-Star Team: 2010

Apa Pendapat Kalian Tentang Casillas????