Minggu, 16 Oktober 2011

Tuhan Yang Maha Esa Dan Ketuhanan


1. Tuhan Yang Maha Esa dan KeTuhanan
-          Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) :
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul.



-          Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)
Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang  menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut.


-          Pengertian iman
Iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.


-          Pengertian Ilmu Tauhid
Ilmu Tauhid secara umum diartikan dengan ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan aqidah agama dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil naqli, dalil aqli maupun dalil perasaan (wujdan). Sarjana barat menterjemahkan Ilmu Tauhid ke bahasa mereka dengan “Theologi Islam”. Secara etimologi “Theologi” itu terdiri dari dua kata yaitu “theos” berarti “Tuhan” dan “Legos” berarti ilmu. Dengan demikian dapat diartikan sebagai ILMU KETUHANAN.
  • Ilmu yang membicarakan keMaha Esaan Tuhan. Terbagi 2 :
  1. Tauhid Uluhiyah
- Mengakui bahwa hanya Allah Tuhan yang berhak sembah, tidak ada sekutu baginya.
-MengEsakan Allah dengan perbuatan para Hamba berdasarkan niat taqarrub  disyari'atkan seperti Do'a, Kurban, Shalat, Puasa, dll.
2.  Tauhid Rububiyah
- Mengakui bahwa adalah Rob segala sesuatu, Pemilik, Pencipta, Pemberi Rizki, dll.
- MengEsakan Allah Ta'ala dengan segala perbuatanNya dengan menyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk.

-          SIFAT-SIFAT ALLAH
Sifat Nafsiyah :
1. Wujud  (Ada)
Sifat Salbiyah :
1. Qidam (Sedia/Terdahulu)
2. Baqo (Kekal)
3. Mukhalafatuhu Lil Hawadits (Bersalahan bagi segala yang baharu)
4. Qiyamuhu bi Nafsihi (Berdiri Sendiri)
5. Wahdaniyat (Esa)
Sifat Ma'ani :
1. Qudrat (Kuasa)
2. Irodah (Berkehendak)
3. Ilmu (Tahu)
4. Hayat (Hidup)
5. Sama' (Mendengar)
6. Bashar (Melihat)
7. Kalam (Berkata-kata)



Sifat Ma'nawiyah :
1. Qoodiran (Yang Kuasa)
2. Muridan (Yang Berkehendak)
3. Aa'liman (Yang Mengetahui)
4. Hayyun (Yang Hidup)
5. Samii'an (Yang Mendengar)
6. Bashiran (Yang Melihat)
7. Mutakalliman (Yang Berkata-kata).
-          ASMAUL HUSNA
            Asmaul Husna ada 99 seperti kita ketahui
-          AF’AL (PERBUATAN)
*  SEMUA  PERBUATAN ADALAH DARI ALLAH SWT  BAIK ATAUPUN YANG   BURUK.
 *  ALLAH SWT MENYURUH YANG BAIK TINGGALKAN YANG BURUK
a. Keimanan dan Ketaqwaan
a.1. Keimanan
Iman mengandung arti percaya.
Iman ialah pengakuan hati yang terbukti dengan perbuatan, yang diucapkan oleh lidah menjadi keyakinan hati.
     3 unsur iman :
       1. Menyakini dalam hati.
       2. Mengucapkan secara lisan.
       3. Membuktikan dengan perbuatan ibadah.
a.2. Ketaqwaan
Taqwa berasal dari kata wiqoyah yang mengandung arti : takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab, dan memenuhi kewajiban.
Menurut H.A. Agus Salim, taqwa adalah sikap mental seseorang yang selalu ingat dan waspada terhadap sesuatu dalam rangka memelihara dirinya dari noda dan dosa, selalu berusaha melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar, pantang berbuat salah dan melakukan kejahatan terhadap orang lain, diri sendiri dan lingkungannya.\

b. Filsafat Ketuhanan
Pengertian Filsafat Ketuhaan:
Filsafat Ketuhanan adalah pemikiran tentang Tuhan dengan pendekatan akal budi, maka dipakai pendekatan yang disebut filosofis. Bagi kita yang menganut agama Islam tertentu akan menambahkan pendekatan wahyu di dalam usaha memikirkannya. Jadi Filsafat Ketuhanan adalah pemikiran para manusia dengan pendekatan akal budi tentang Tuhan. Usaha yang dilakukan manusia ini bukanlah untuk menemukan Tuhan secara absolut atau mutlak, namun mencari pertimbangan kemungkinan-kemungkinan bagi manusia untuk sampai pada kebenaran tentang Tuhan.

Tuhan Yang Maha Esa Dan Ketuhanan 

1 komentar:

  1. kka,
    Klo cuma segini udah bisa d terima bapanya gk ?

    BalasHapus